oleh

Memasuki Musim Hujan, Wakil Wali Kota Lakukan Gerakan Kebersihan Lingkungan

CirebonAktual – Kota Cirebon : Pemerintah Kota Cirebon tidak main-main dalam memuluskan konsep SEHATI (sehat, hijau, agamis, tertib dan indah) yang sudah menjadi visi dan program Pemkot Cirebon.

Hal tersebut senada, ketika Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati menghadiri kegiatan dan ikut terlibat aksi bersih-bersih dalam rangka penanggulangan banjir bersama Komunitas Lingkungan Paguyuban Campur Sari di RW 06 Asrama TNI AD, RW 07 Warnasari dan di sepanjang Jalan Satria Kelurahan Kesambi Kecamatan Kesambi, Jumat (6/12/2019).

“Memasuki musim penghujan kegiatan kebersihan harus dilakukan sedini mungkin, kondisi kota yang bersih sangat dibutuhkan agar tidak ada saluran tersumbat. Alhamdulillah secara umum masyarakat Kota Cirebon menyadari arti penting kebersihan bagi lingkungan. Gerakan kebersihan kali ini juga banyak melibatkan warga dan komunitas selain tentunya Dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU),” ungkap Eti.

Di lokasi yang sama, Ketua Paguyuban Campur Sari, Hj. Imas Maskanah mengatakan keberadaan lembaga yang dipimpinnya untuk menumbuhkan rasa cinta kebersihan di lingkungan masyarakat. Kebersihan menjadi bagian penting yang harus ada di lingkungan apalagi menjelang musim penghujan.

“Selain menjaga kesehatan kebersihan juga mencegah bahaya banjir. Kami menyadari hal ini, sehingga terlibat aktif dalam gerakan kebersihan sesuai visi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cirebon. Kami juga akan terus melakukan edukasi ke masyarakat untuk membantu pemerintah menjaga kebersihan. Paguyuban Campur Sari menyadari peran masyarakat sangat penting untuk menjaga lingkungan menjadi bersih dan sehat”, tegas Imas.

Masih menurut Imas, “Jika mengandalkan Dinas terkait tentunya sangat terbatas sehingga membutuhkan peran masyarakat”.

Wakil Wali Kota berharap gerakan kesadaran ini akan mengedukasi warga lain yang belum tergerak hatinya untuk tetap menjaga kebersihan. Kami juga menyambut positif yang telah mengubah gaya penanganan dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) biasa ke TPS mobile.
“TPS mobile akan menjadi solusi saat ini tentunya dengan pelibatan masyarakat,” ujar Eti.

Usai pelaksanaan kebersihan bersama sekitar 500 warga RW 07 Warnasari Kesambi mendapat dua ember sampah organik dan non organik. Ember tersebut diharapkan menjadi pemilah sampah sehingga sudah terbagi dua sejak masih di tingkat lingkungan rumah. Dengan pemilihan sampah akan mempermudah penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). (CA-1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed